SELAMAT DATANG DI BLOG TATA SURYA SEMOGA INFO TERSEBUT AKAN BER MANFAAT BAGI KALIAN SEMUA NYA .
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Meteorit adalah batu meteor yang berhasil mencapai permukaan planet Bumi. Disebut juga meteor setelah menembus atmosfer bumi tetapi belum mencapai permukaan bumi. Meteor merupakan asteroid
kecil dari luar angkasa yang tertarik oleh gravitasi Bumi, ketika
memasuki atmosfer bumi terjadi gesekan udara di lapisan ionosfer
menyebabkan meteor panas dan terbakar menimbulkan cahaya terang sehingga
kadang kala disebut bintang jatuh.
Jika batu meteor sangat besar tidak habis di lapisan udara ionosfer maka akan jatuh sampai ke Bumi yang disebut Meteorit. Di Indonesia, meteorit bisa ditemukan di musium geologi Bandung.
Meteorit adalah bahan baku pamor keris yang disukai para Empu. Keris
yang mendapat campuran meteorit biasanya ringan namun sangat kuat karena
mengandung logam langka, seperti titanium.
sepanjang sejarah ilmu pengetahuan abad ke-20, hampir seluruh umat
manusia meyakini penciptaan alam semesta dan tata surya berdasarkan
teori Big Bang. tetapi, seorang penulis yang mendapat kecamanan tahun
1980-an dengan gamblang menerangkan proses terbentuknya tata surya
berdasarkan kajian/pengupasan ayat-ayat AlQuran tanpa hadis. Sungguh
mengejutkan, ulasan yang diterangkan Nazwar Syamsu sangat jelas
menolak teori sarjanawan modern sekelas Einstein dan lainnya yang
dianggap berfaham Atheis, tidak meyakini keberadaan Tuhan, dan bagaimana
Allah telah menciptakan tata surya secara logika.
Semua yang diungkapkan Nazwar Syamsu sangat jelas menceritakan kejadian
asal mula terbentuknya tata surya. Menurutnya, selama ini dunia sains
telah diracuni dengan ide dan teori tanpa akhir dan tidak bisa
dijelaskan atau terputus. Artikel ini menyadur tulisan karya Nazwar
Syamsu yang berjudul 'Alquran Dan benda Angkasa' dimana akan menjelaskan
fakta sebenarnya tentang tata surya.
Teori Awan Debu, dikemukakan oleh Carl von Weizsaeker
(1940) kemudian disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950)
Tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Gumpalan awan itu
mengalami pemampatan, pada proses pemampatan itu partikel-partikeldebu tertarik
ke bagian pusat awan itu membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin dan
kemudian membentuk cakram yang tebal di bagian tengah dan tipis di bagian
tepinya.
Sir James Jeans (1877-1946) dan
Harold Jeffreys (1891) keduanya dari Inggris, teori ini hampir sama dengan
teori PlanetesimalSetelah bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada
permukaan matahari terjadi proses pasang surut seperti peristiwa pasang
surutnya air laut di bumi akibat gaya tarik bulan. Sebagian massa matahari itu
membentuk cerutu yang menjorok kearah bintang itu mengakibatkan cerutu itu
terputus-putus membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang
berbeda-beda, gumpalan itu membeku dan kemudian membentuk planet-planet.
yang dikemukakan ole
Immanuel Kant (1749-1827) dan Piere Simon de Laplace (1796).
Matahari dan planet berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam
jagat raya, karena pilinannya itu berupa kabut yang membentuk bulat seperti
bola yang besar, makin mengecil bola itu makin cepat putarannya.
), George Gamow, Alpher dan
Herman.Alam pada saat itu belum merupakan materi tetapi pada suatu ketika berubah
menjadi materi yang sangat kecil dan padat, massanya sangat berat dan
tekanannya besar, karena adanya reaksi inti kemudian terjadi ledakan hebat.
Massa itu kemudian berserak dan mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat
ledakan dan membentuk kelompok-kelompok dengan berat jenis yang lebih kecil dan
trus bergerak, menjauhi titik pusatnya
Teori ini diajukan oleh T.C
Chamberlein dan F.R Moulton, keduanya ilmuwan Amerika. Menurut teori ini matahari sebelumnya sudah ada sebagai salah
satu bintang. Karena adanya tarikan gravitasi bintang maka menyebabkan sebagian bahan dari matahari tertarik kearah bintang